Perempuan sering kali bisa melihat keindahan orang lain dengan sangat mudah, tetapi kesulitan melihat hal baik dari dirinya sendiri.
Melihat perempuan lain dengan rambut indah, lalu merasa rambut sendiri kurang bagus.
Melihat tubuh langsing perempuan lain, lalu mulai membenci bentuk badan sendiri.
Melihat kulit wajah yang mulus, hidung mancung, mata besar, senyum manis perempuan lain, lalu diam-diam merasa diri sendiri tidak cukup menarik.
Tanpa sadar, banyak perempuan tumbuh dengan kebiasaan membandingkan dirinya dengan perempuan lain.
Dan yang paling menyedihkan, saat melihat orang lain kita fokus pada kelebihannya, tetapi saat melihat diri sendiri kita justru fokus pada kekurangannya.
Padahal bisa jadi, hal yang dianggap biasa dari diri kita adalah hal yang diam-diam diinginkan perempuan lain.
Mungkin kita iri pada rambut seseorang, sementara orang lain iri pada cara kita berbicara.
Kita iri pada tubuh orang lain, sementara ada yang iri pada wajah kita.
Kita sibuk memikirkan kekurangan diri sendiri, padahal orang lain melihat sesuatu yang indah dari diri kita.
Standar Cantik Perempuan Selalu Berubah
Salah satu alasan perempuan sulit merasa cukup adalah karena standar kecantikan terus berubah.
Dulu tubuh sangat kurus dianggap ideal.
Lalu tubuh curvy dianggap lebih menarik.
Kulit putih dipuji.
Lalu tan skin dianggap eksotis.
Rambut lurus dianggap cantik.
Lalu rambut curly terlihat lebih unik dan menarik.
Artinya, standar cantik sebenarnya tidak pernah benar-benar tetap.
Kalau perempuan terus mencoba memenuhi semua standar itu, rasa puas tidak akan pernah selesai.
Akan selalu ada seseorang yang terlihat lebih cantik, lebih tinggi, lebih glowing, lebih fashionable, atau lebih menarik, apalagi di media sosial yang jangkauannya sangat luas.
Dan itu bukan karena diri kita kurang.
Itu karena manusia memang tidak diciptakan untuk terlihat sama.
Media Sosial Membuat Perempuan Semakin Sulit Menghargai Diri Sendiri
Media sosial membuat perempuan terbiasa melihat versi terbaik dari kehidupan orang lain setiap hari.
Foto dengan pencahayaan terbaik.
Sudut wajah terbaik.
Bentuk tubuh terbaik.
Filter terbaik.
Momen terbaik.
Lama-lama banyak perempuan mulai merasa dirinya tertinggal hanya karena membandingkan kehidupan nyata dengan potongan sempurna kehidupan orang lain di internet. Padahal banyak hal di media sosial sudah melalui filter, editing, makeup, bahkan pose tertentu agar terlihat lebih ideal. Namun otak tetap membandingkan semuanya dengan diri sendiri yang dilihat setiap hari tanpa filter.
Dan dari situlah rasa kurang percaya diri sering muncul.
Kita Bukan Kurang Cantik, Kita Hanya Terlalu Fokus pada Kekurangan Diri
Banyak perempuan yang sebenarnya bukan tidak cantik. Mereka hanya terlalu terbiasa mencari apa yang salah dari dirinya sendiri.
Bercermin lalu langsung fokus pada jerawat.
Melihat foto diri lalu hanya memperhatikan pipi, lengan, atau bentuk tubuh.
Jarang sekali benar-benar berhenti dan berkata:
“Ada juga hal indah dari diriku.”
Padahal kecantikan perempuan tidak hanya tentang satu standar fisik tertentu.
Cara tertawa bisa menarik.
Cara berbicara bisa menenangkan.
Energi seseorang bisa membuat nyaman.
Senyum yang hangat bisa lebih membekas daripada wajah yang sempurna.
Sering kali, hal-hal seperti itu justru lebih diingat oleh orang lain.
Kalau Belum Menemukan Kelebihan Diri, Cobalah Mulai Mencarinya
Mencintai diri sendiri bukan berarti harus langsung merasa paling cantik setiap hari.
Kadang prosesnya dimulai dari mengenal diri sendiri lebih baik.
Mungkin belum percaya diri dengan bentuk tubuh, tetapi ternyata punya mata yang indah.
Mungkin belum puas dengan kulit wajah, tetapi ternyata punya senyum yang manis.
Mungkin merasa biasa saja, tetapi ternyata orang lain nyaman berada di dekat kita.
Dan jika memang ada hal yang ingin diperbaiki, tidak apa-apa untuk mengusahakannya.
Merawat diri bukan hal yang salah.
Perempuan boleh:
- belajar makeup yang lebih cocok,
- merawat kulit,
- olahraga,
- memperbaiki cara berpakaian,
- belajar styling rambut,
- menjaga pola tidur,
- atau mulai menjalani hidup lebih sehat.
Tetapi lakukan semua itu karena ingin merawat diri sendiri, bukan karena membenci diri sendiri.
Ada perbedaan besar antara:
“Aku ingin berkembang,” dan
“Aku tidak berharga kalau tidak sempurna.”
Perempuan Tidak Harus Sempurna untuk Menarik
Banyak perempuan lupa bahwa daya tarik seseorang tidak hanya berasal dari penampilan fisik.
Percaya diri membuat perempuan terlihat lebih hidup.
Hati yang tenang membuat wajah terlihat lebih hangat.
Perempuan yang nyaman dengan dirinya sendiri sering kali memancarkan energi yang jauh lebih menarik dibanding sekadar wajah sempurna.
Dan yang paling penting, tidak semua orang harus menyukai penampilan kita.
Karena kecantikan selalu subjektif.
Akan selalu ada orang yang lebih menyukai tipe berbeda. Akan selalu ada standar berbeda di setiap tempat. Jadi hidup akan terasa melelahkan jika terus mencoba memenuhi semua ekspektasi itu.
Kadang yang paling dibutuhkan perempuan bukan wajah baru, tubuh baru, atau hidup baru.
Tetapi cara pandang baru terhadap dirinya sendiri.
Karena mungkin selama ini kita terlalu sibuk mengagumi orang lain, sampai lupa bahwa diri kita juga punya banyak hal yang layak dikagumi.



